Bupati H.M. Salim Fakhry Letakkan Batu Pertama Pembangunan Pabrik Sawit, Dorong Kolaborasi Pemerintah dan Swasta untuk Ekonomi Daerah

LIPUTAN3

- Redaksi

Rabu, 24 September 2025 - 17:13 WIB

50137 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTACANE – Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui sektor industri perkebunan. Hal ini ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik PT Kocan Mutiara Sawit yang dilakukan langsung oleh Bupati Aceh Tenggara, H.M. Salim Fakhry, di area kebun Desa Mulie Dame, Kecamatan Lawe Sigala-Gala, Rabu (24/9/2025).

Peletakan batu pertama tersebut turut dihadiri oleh jajaran manajemen PT Kocan Mutiara Sawit, Komisaris Utama Dison Perangin-angin, Ketua DPRK Aceh Tenggara Denni Febrian Rozza, Kapolres Agara, Kejaksaan Negeri, Ketua Majelis Adat Aceh (MAA), serta sejumlah tokoh masyarakat dan warga sekitar. Dalam kesempatan itu, kegiatan ini juga dibarengi dengan pemberian santunan kepada anak-anak yatim yang berada di wilayah sekitar.

Bupati Muhammad Salim Fakhry menyampaikan apresiasi atas investasi yang dilakukan oleh PT Kocan Mutiara Sawit. Ia meyakini bahwa pembangunan pabrik ini bukan hanya akan memberikan nilai tambah bagi hasil sawit lokal, tetapi juga menciptakan banyak peluang ekonomi baru.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini bukan sekadar pembangunan fisik sebuah pabrik, tetapi simbol harapan baru bagi masyarakat Aceh Tenggara. Pabrik ini akan membuka lapangan pekerjaan, mendorong tumbuhnya ekonomi lokal, dan tentu saja meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Salim Fakhry dalam sambutannya.

Salim menyebut bahwa saat ini Aceh Tenggara memiliki lebih dari 3.000 hektar lahan sawit yang berpotensi menggerakkan sektor industri pengolahan secara berkelanjutan. Menurutnya, sudah saatnya hasil perkebunan rakyat tidak lagi dikirim keluar daerah untuk diproses, melainkan dimanfaatkan secara optimal di wilayah sendiri.

“Kehadiran PT Kocan Mutiara Sawit adalah wujud nyata kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha. Kami menyambut baik investasi ini karena akan berdampak langsung ke masyarakat, tidak hanya dari aspek pertanian, tetapi juga sektor lain seperti transportasi, logistik, hingga perdagangan lokal,” katanya.

Bupati juga menegaskan bahwa pembangunan pabrik ini akan menjadi katalis percepatan pembangunan daerah sekaligus meningkatkan daya saing Aceh Tenggara di sektor agribisnis.

“Investasi seperti ini harus terus kita dorong. Kita ingin pertumbuhan ekonomi merata, lapangan kerja meluas, dan kesejahteraan petani meningkat,” tambahnya.

Sementara itu, Komisaris PT Kocan Mutiara Sawit, Beny Tarigan, mengatakan bahwa pabrik yang sedang dibangun ini dirancang memiliki kapasitas produksi sebesar 300 ton per hari. Proyek ini disebut akan melibatkan sekitar 60 tenaga kerja lokal selama tahap konstruksi, dan menyerap ratusan orang saat mulai beroperasi penuh.

“Sejak awal kami prioritaskan perekrutan tenaga kerja dari masyarakat sekitar. Kami ingin kehadiran pabrik ini menjadi bagian dari pemberdayaan warga, bukan justru menjadi beban sosial,” ujar Beny Tarigan.

Lebih lanjut, ia mendorong masyarakat yang memiliki lahan kosong agar mempertimbangkan menanam kelapa sawit. Dengan hadirnya fasilitas pengolahan di daerah, pihaknya menjamin akan menampung hasil panen dari petani lokal.

“Mutu tanah di Aceh Tenggara sangat baik untuk sawit. Dengan adanya pabrik di sini, tidak ada lagi keraguan petani dalam menjual hasil. Semua akan kami serap sesuai mekanisme kemitraan,” pungkasnya.

Pembangunan Pabrik Kelapa Sawit PT Kocan Mutiara Sawit ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam mendorong transformasi ekonomi berbasis sumber daya lokal yang berkelanjutan di Kabupaten Aceh Tenggara. Pemerintah daerah pun memastikan akan memberikan dukungan penuh agar proyek ini berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Laporan : Deni Affaldi

Berita Terkait

Banjir Parah Landa Lima Desa di Aceh Tenggara, Tuntutan Hentikan Kegiatan Tambang Kian Menguat
Kepala SDN 1 Biak Muli Diduga Jual Kayu Bekas Sekolah Tanpa Prosedur Resmi, Aparat Pengawas Diminta Selidiki
Modus Sumbangan Sukarela Berubah Jadi Pungutan Wajib Rp500 Ribu, Integritas dan Profesionalisme Kepala SMAN 1 Lawe Alas Dipertanyakan
Sinergi untuk Aceh Tenggara yang Aman, Kapolres Agara Gelar Temu Ramah Bersama Wartawan dan LSM
Kapolda Aceh Apresiasi Kinerja Polres Aceh Tenggara dalam Penilaian Pelayanan Publik 2025
Spanduk Ilegal, Ujaran Kebencian, dan Wajah Asli Politik Tak Beradab di Banda Aceh
Kapolres Aceh Tenggara Salurkan Beras untuk Personel, Wujud Kepedulian Nyata dari Pimpinan
Sholat Subuh Keliling, Polres Gayo Lues Jalin Silaturahmi dan Serap Aspirasi Masyarakat

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan Pria di Kutapanjang, Sabu 0,07 Gram Disita

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Jalan TMMD, Obat Luka Trauma Para Korban Bencana Alam

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:38 WIB

Pembangunan 5 unit RTLH di Kampung Gajah Program TMMD ke-130 Dikerjakan Secara Gotong-royong

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:10 WIB

Pembukaan TMMD ke-130 TA 2026, Kodim 0113/Gayo Lues Salurkan Bantuan Sembako kepada Warakawuri dan Masyarakat Kurang Mampu

Selasa, 11 Agustus 2026 - 02:09 WIB

Anggaran Dana Desa Kutereje Jadi Sorotan: Rp 314,68 Juta untuk Balai Desa, Program Covid-19 2025 Kembali Muncul

Minggu, 2 Agustus 2026 - 22:09 WIB

Peserta Seleksi Baitul Mal Kabupaten Gayo Lues Minta Pansel Buka Nilai Tes Secara Transparan

Kamis, 7 Mei 2026 - 05:35 WIB

Lambannya Penindakan Membuat PT Rosin Kian Dipersepsikan Kebal Hukum

Selasa, 5 Mei 2026 - 02:01 WIB

Dari RKOPHH hingga BBM Pabrik, PT Rosin Kian Ditekan untuk Membuka Semua Dokumen

Berita Terbaru