Di On Air Pa’biritta, Bupati Daeng Manye Paparkan Strategi SPM Pendidikan Takalar Yang Melonjak

- Redaksi

Senin, 20 April 2026 - 15:13 WIB

5044 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TAKALAR_LIPUTAN3_ Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Pemerintah Kabupaten Takalar justru mencatat capaian impresif di sektor pendidikan. Indeks Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan mengalami lonjakan signifikan, menempatkan Takalar sebagai salah satu daerah dengan performa terbaik di Sulawesi Selatan.

Capaian tersebut menjadi sorotan dalam kegiatan On Air Pa’biritta yang digelar Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Sulawesi Selatan, Senin (20/4/2026), yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube resmi BBPMP Sulsel.

Kegiatan bertema “Praktik Baik Strategi Peningkatan SPM Pendidikan” ini menghadirkan sejumlah pejabat penting, di antaranya Kepala BBPMP Sulsel Imran sebagai pembuka, serta Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye sebagai keynote speaker.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Turut hadir pula Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar Rifany, serta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Selayar.

Dalam pemaparannya, Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak bisa dilakukan dengan cara biasa. Ia memilih pendekatan tegas berbasis data sebagai fondasi utama perubahan.

“Perubahan harus dimulai dari kepala sekolah. Mereka tidak boleh lagi hanya bergantung pada operator. Kepala sekolah harus memahami data sekolahnya sendiri dan menjadikannya dasar dalam mengambil keputusan,” tegas Daeng Manye.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi titik awal dalam membangun kepemimpinan pendidikan yang akuntabel dan berorientasi pada hasil nyata. Ia bahkan menerapkan pendekatan “shock therapy” untuk mendorong percepatan perubahan di lapangan.

“Kita tidak bisa lagi bekerja dengan pola lama. Harus ada keberanian untuk membongkar kelemahan secara terbuka, lalu diperbaiki secara sistematis. Fokus kita bukan administrasi, tapi dampak langsung ke siswa,” lanjutnya.

Daeng Manye menjelaskan, seluruh kebijakan pendidikan di Takalar kini berbasis pada data Rapor Pendidikan yang terintegrasi dengan perencanaan anggaran. Dengan demikian, setiap program yang dijalankan memiliki dasar yang jelas dan terukur.

Selain itu, pemerintah daerah juga membangun sistem pembinaan terstruktur melalui Dinas Pendidikan dan pengawas sekolah, dengan fokus pada peningkatan literasi, numerasi, serta iklim belajar yang aman dan inklusif.

“Ini bukan sekadar program, tapi gerakan perubahan. Kita ingin sekolah menjadi ruang refleksi dan perbaikan berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar, Rifany, mengungkapkan bahwa capaian SPM merupakan hasil kerja konsisten seluruh pihak.

“Peningkatan capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan di Kabupaten Takalar bukanlah sesuatu yang instan, tetapi merupakan hasil dari upaya yang dilakukan secara konsisten dari waktu ke waktu,” kata Rifany.

Ia menyebutkan, indeks SPM pendidikan Takalar melonjak dari 16,64 pada 2025 menjadi kisaran 65,01 hingga 81,65 pada 2026. Capaian ini menggeser status Takalar dari kategori Tuntas Muda menjadi Tuntas Madya.

Menurut Rifany, keberhasilan tersebut didorong oleh berbagai strategi konkret, mulai dari instruksi langsung bupati kepada kepala sekolah untuk memahami Rapor Pendidikan, hingga penguatan komitmen melalui perjanjian kinerja.

“Seluruh jajaran, dari dinas hingga kepala sekolah, memiliki tanggung jawab yang jelas dalam pemenuhan SPM pendidikan,” jelasnya.

Tak hanya itu, intervensi terhadap Anak Tidak Sekolah (ATS) usia 7–18 tahun juga menjadi fokus utama dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk operator desa dan PKBM.

Upaya peningkatan kualitas pendidikan juga dilakukan melalui pelatihan guru, workshop, serta pembentukan komunitas belajar di 10 kecamatan. Di sisi lain, pendidikan nonformal diperkuat melalui peningkatan keterampilan hidup bagi peserta didik.

Rifany menambahkan, kolaborasi lintas sektor turut menjadi kunci, termasuk dengan Dukcapil, Dinas Sosial, dan PMD dalam validasi data pendidikan.

Dalam aspek karakter, Pemkab Takalar juga menggandeng aparat penegak hukum melalui program Polisi Masuk Sekolah dan Jaksa Masuk Sekolah guna menanamkan nilai anti perundungan dan anti korupsi sejak dini.

“Evaluasi dilakukan secara rutin dengan pendekatan identifikasi, refleksi, dan pembenahan berkelanjutan,” tambahnya.

Dengan berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Takalar optimistis capaian pendidikan akan terus meningkat dan berkelanjutan.

Bupati Daeng Manye pun menegaskan bahwa keberhasilan saat ini bukanlah akhir, melainkan awal dari standar baru yang harus terus dijaga.

“Kita tidak boleh puas. Ini harus menjadi pijakan untuk melompat lebih jauh ke depan,” pungkasnya.

(Red)

Berita Terkait

Polres Simalungun Bantah Isu Pembiaran Judi Togel di Saribu Dolok, Tim Jatanras Sudah Cek TKP dan Tidak Temukan Aktivitas Perjudian
Investigasi Awak Media: Tidak Ditemukan Gelondongan Kayu, yang ada Gudang Bekas Somel yang Sudah Lama Tidak Beraktivitas
Klarifikasi BPK Tegaskan Tak Ada Larangan Berlangganan Media, Dugaan Aliran Dana BOS Ilegan ke Forum Tertentu Kini Dipertanyakan
Fric: Hukum Jangan Tajam Ke Bawah, Tumpul Ke Atas! Status Penyegelan Dan Operasional Paragon Wajib Dijelaskan Kepada Publik
Polres Simalungun Gencar Tebar Stiker Nomor Darurat hingga Pelosok Wisata Parapat, Antisipasi Cuaca Ekstrem Danau Toba
Cegah Api Meluas, Tim Gabungan Regional-2 Riau 1 PT. Agrinas Palma Nusantara Sigap dan Turut Serta Tangani Karhutla di Peringgan Kebun Banyu Bening Utama
Prof Dr Sutan Nasomal Ketum YLBH Profesor Sutan Nasomal SH MH Menyematkan Gelar CFLE Kepada Evan Satriadi CFLE Untuk Berikan Pelayanan Hukum Rakyat Miskin!!!
Ketua DPRK: Kemerdekaan Harus Diisi dengan Kepedulian dan Kebersamaan

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan Pria di Kutapanjang, Sabu 0,07 Gram Disita

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Jalan TMMD, Obat Luka Trauma Para Korban Bencana Alam

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:38 WIB

Pembangunan 5 unit RTLH di Kampung Gajah Program TMMD ke-130 Dikerjakan Secara Gotong-royong

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:10 WIB

Pembukaan TMMD ke-130 TA 2026, Kodim 0113/Gayo Lues Salurkan Bantuan Sembako kepada Warakawuri dan Masyarakat Kurang Mampu

Selasa, 11 Agustus 2026 - 02:09 WIB

Anggaran Dana Desa Kutereje Jadi Sorotan: Rp 314,68 Juta untuk Balai Desa, Program Covid-19 2025 Kembali Muncul

Minggu, 2 Agustus 2026 - 22:09 WIB

Peserta Seleksi Baitul Mal Kabupaten Gayo Lues Minta Pansel Buka Nilai Tes Secara Transparan

Kamis, 7 Mei 2026 - 05:35 WIB

Lambannya Penindakan Membuat PT Rosin Kian Dipersepsikan Kebal Hukum

Selasa, 5 Mei 2026 - 02:01 WIB

Dari RKOPHH hingga BBM Pabrik, PT Rosin Kian Ditekan untuk Membuka Semua Dokumen

Berita Terbaru