Dari Dua Terbawah ke Peringkat Pertama, Pendidikan Takalar Bangkit di Era Bupati Daeng Manye

- Redaksi

Sabtu, 14 Maret 2026 - 16:00 WIB

5049 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Takalar,Liputan3 – Pendidikan di Kabupaten Takalar menunjukkan perubahan signifikan dalam satu tahun terakhir. Dari posisi dua terbawah di Sulawesi Selatan dalam capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan, kini Takalar berhasil melonjak ke peringkat pertama dengan predikat Tuntas Madya.

 

Perubahan tersebut tidak terjadi secara instan. Transformasi ini berawal dari dorongan kuat pemerintah daerah agar kepala sekolah lebih memahami data pendidikan sebagai dasar pengambilan kebijakan.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Kepala UPT SDN 166 Inpres Bontorita, Imran, mengungkapkan bahwa setahun lalu kondisi pendidikan Takalar cukup memprihatinkan.

 

“Dalam peta pendidikan Sulawesi Selatan, Takalar berada di posisi dua terbawah dalam capaian SPM. Bagi kami para kepala sekolah, itu bukan sekadar angka, tetapi cerminan sistem pendidikan yang belum berjalan optimal,” ujarnya.

 

Momentum perubahan terjadi ketika Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, mengumpulkan seluruh kepala sekolah dalam sebuah pertemuan khusus.

 

Dalam pertemuan tersebut, kepala sekolah diminta hadir tanpa membawa operator sekolah. Mereka diminta mempresentasikan langsung Rapor Pendidikan masing-masing sekolah.

 

Situasi itu menjadi momen refleksi bagi banyak kepala sekolah. Sebab tidak sedikit yang belum sepenuhnya memahami data pendidikan sekolahnya sendiri.

 

“Pesan Bupati sangat jelas: bagaimana mungkin sekolah bisa maju jika pemimpinnya sendiri tidak memahami data sekolahnya,” kata Imran.

 

Sejak saat itu, budaya kerja di lingkungan pendidikan Takalar mulai berubah. Kepala sekolah didorong untuk memahami indikator penting seperti literasi, numerasi, dan kualitas lingkungan belajar yang tercermin dalam Rapor Pendidikan.

 

Dinas Pendidikan bersama para pengawas kemudian memperkuat pendampingan kepada sekolah-sekolah agar pemanfaatan data benar-benar menjadi dasar dalam menyusun program pendidikan.

 

Perencanaan anggaran sekolah melalui ARKAS juga mulai disusun berdasarkan kebutuhan nyata yang terlihat dari data pendidikan, bukan sekadar rutinitas administrasi.

 

Perubahan cara berpikir ini berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah. Guru semakin terbiasa melakukan refleksi terhadap metode mengajar, sementara kepala sekolah mulai lebih aktif memanfaatkan data untuk menentukan arah kebijakan sekolah.

 

Hasilnya mulai terlihat. Kabupaten Takalar kini berhasil meraih peringkat pertama di Sulawesi Selatan dalam capaian SPM pendidikan dengan predikat Tuntas Madya.

 

Menurut Imran, capaian tersebut bukan hanya prestasi administratif, tetapi juga menunjukkan adanya perubahan nyata di sekolah.

 

“Kemampuan literasi dan numerasi siswa meningkat, lingkungan belajar menjadi lebih aman dan inklusif, dan guru semakin terbiasa mengevaluasi pembelajaran,” jelasnya.

 

Ia menilai keberhasilan ini menunjukkan bahwa reformasi pendidikan tidak selalu harus dimulai dari kebijakan yang kompleks.

 

“Terkadang perubahan besar justru dimulai dari langkah sederhana, yaitu memastikan pemimpin sekolah memahami kondisi sekolahnya sendiri melalui data,” tambahnya.

 

Meski demikian, tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi agar peningkatan mutu pendidikan di Takalar dapat terus berlanjut.

 

“Pendidikan bukan pekerjaan satu tahun. Ini proses panjang yang membutuhkan komitmen bersama,” tutup Imran

 

(Red)

Berita Terkait

Polres Simalungun Bantah Isu Pembiaran Judi Togel di Saribu Dolok, Tim Jatanras Sudah Cek TKP dan Tidak Temukan Aktivitas Perjudian
Investigasi Awak Media: Tidak Ditemukan Gelondongan Kayu, yang ada Gudang Bekas Somel yang Sudah Lama Tidak Beraktivitas
Klarifikasi BPK Tegaskan Tak Ada Larangan Berlangganan Media, Dugaan Aliran Dana BOS Ilegan ke Forum Tertentu Kini Dipertanyakan
Fric: Hukum Jangan Tajam Ke Bawah, Tumpul Ke Atas! Status Penyegelan Dan Operasional Paragon Wajib Dijelaskan Kepada Publik
Polres Simalungun Gencar Tebar Stiker Nomor Darurat hingga Pelosok Wisata Parapat, Antisipasi Cuaca Ekstrem Danau Toba
Cegah Api Meluas, Tim Gabungan Regional-2 Riau 1 PT. Agrinas Palma Nusantara Sigap dan Turut Serta Tangani Karhutla di Peringgan Kebun Banyu Bening Utama
Prof Dr Sutan Nasomal Ketum YLBH Profesor Sutan Nasomal SH MH Menyematkan Gelar CFLE Kepada Evan Satriadi CFLE Untuk Berikan Pelayanan Hukum Rakyat Miskin!!!
Ketua DPRK: Kemerdekaan Harus Diisi dengan Kepedulian dan Kebersamaan

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan Pria di Kutapanjang, Sabu 0,07 Gram Disita

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Jalan TMMD, Obat Luka Trauma Para Korban Bencana Alam

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:38 WIB

Pembangunan 5 unit RTLH di Kampung Gajah Program TMMD ke-130 Dikerjakan Secara Gotong-royong

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:10 WIB

Pembukaan TMMD ke-130 TA 2026, Kodim 0113/Gayo Lues Salurkan Bantuan Sembako kepada Warakawuri dan Masyarakat Kurang Mampu

Selasa, 11 Agustus 2026 - 02:09 WIB

Anggaran Dana Desa Kutereje Jadi Sorotan: Rp 314,68 Juta untuk Balai Desa, Program Covid-19 2025 Kembali Muncul

Minggu, 2 Agustus 2026 - 22:09 WIB

Peserta Seleksi Baitul Mal Kabupaten Gayo Lues Minta Pansel Buka Nilai Tes Secara Transparan

Kamis, 7 Mei 2026 - 05:35 WIB

Lambannya Penindakan Membuat PT Rosin Kian Dipersepsikan Kebal Hukum

Selasa, 5 Mei 2026 - 02:01 WIB

Dari RKOPHH hingga BBM Pabrik, PT Rosin Kian Ditekan untuk Membuka Semua Dokumen

Berita Terbaru