Kasus Pelecehan Anak di Gayo Lues, Anggota DPRK Minta Langkah Cepat Pemerintah

LIPUTAN3

- Redaksi

Senin, 2 Juni 2025 - 05:52 WIB

50404 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Jangan Sampai Kasus Pagar Makan Tanaman Terulang”

Gayo Lues  – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Gayo Lues, Ilyas, mengungkapkan keprihatinan mendalam atas maraknya kasus pelecehan seksual terhadap anak di daerah tersebut. Ia mendesak pemerintah daerah bersama lembaga terkait segera mengambil langkah konkret untuk mencegah kejadian serupa agar tidak terulang kembali.

Pernyataan tersebut disampaikan Ilyas pada Minggu (1/6/2025), dalam sebuah pertemuan internal yang dihadiri sejumlah anggota DPRK dan tokoh masyarakat. Menurutnya, masalah pelecehan seksual bukan sekadar persoalan hukum yang bisa diselesaikan dengan penegakan sanksi semata, melainkan sebuah darurat sosial yang harus mendapat perhatian serius dari seluruh elemen masyarakat.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sudah banyak kasus yang terjadi, namun pencegahannya belum maksimal. Ini menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, DPRK, dan lembaga-lembaga keagamaan seperti Dinas Syariat Islam, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU), serta Majelis Adat Aceh (MAA). Peran orang tua dalam keluarga juga sangat krusial,” tegas Ilyas.

Ia menambahkan, Aceh sebagai provinsi yang menerapkan syariat Islam seharusnya memiliki benteng moral yang kuat dalam melindungi anak-anak dari pelecehan seksual. Terlebih lagi, Gayo Lues dikenal sebagai “Negeri Seribu Hafiz,” yang identik dengan masyarakat religius dan berpegang teguh pada ajaran agama.

Namun, fakta di lapangan menunjukkan masih lemahnya pengawasan dan upaya pencegahan terhadap tindak pelecehan seksual khususnya terhadap anak-anak. “Kita khawatir jika masalah ini terus dibiarkan, kasus seperti pagar makan tanaman — di mana pelaku justru orang terdekat korban — akan terus terulang,” ungkapnya dengan nada prihatin.

Ilyas mengusulkan agar pemerintah daerah, DPRK, dan seluruh lembaga terkait duduk bersama untuk menggali akar masalah sekaligus merumuskan solusi yang efektif. Ia menekankan pentingnya hasil pertemuan tersebut segera disosialisasikan kepada masyarakat luas agar langkah-langkah pencegahan dapat diterapkan sejak dini.

Selain itu, Ilyas menyoroti pentingnya kembali menghidupkan nilai-nilai adat Gayo yang selama ini menjadi bagian dari pola asuh dan perlindungan anak-anak perempuan. “Dulu, anak perempuan diajarkan menjaga privasi, termasuk membatasi komunikasi langsung dengan laki-laki yang bukan mahram seperti ayah, paman, atau abang. Mereka juga dipisahkan tempat tidurnya sejak mulai beranjak dewasa sebagai bentuk proteksi budaya yang kuat,” jelasnya.

Menurut Ilyas, kearifan lokal ini dapat dijadikan pijakan untuk memperkuat moralitas generasi muda dan mencegah tindakan pelecehan seksual. Ia mengingatkan, penanganan masalah ini tidak boleh menunggu munculnya kasus baru.

“Kita tidak boleh menunggu kasus berikutnya baru bereaksi. Ini darurat sosial yang harus segera ditangani bersama-sama demi masa depan anak-anak kita,” tutupnya penuh harap. (red)

Berita Terkait

Dinilai Sengaja Perlambat Tuntaskan Gagal Bayar ,Bupati Diminta Tindak Tegas Pejabat BPKK Gayo Lues
Anggota DPRK Abdussalam Pertanyakan Mutu dan Kesiapan Bibit, Empat Juta Bibit Kopi GERETEK Gayo Lues Jangan Asal Salur Asal Jadi
Terpilih Secara Aklamasi, Deddy Yopiansyah Siap Kibarkan Panji Golkar Hingga Pelosok Kampung di Gayo Lues
Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan Pria di Kutapanjang, Sabu 0,07 Gram Disita
Jalan TMMD, Obat Luka Trauma Para Korban Bencana Alam
Pembangunan 5 unit RTLH di Kampung Gajah Program TMMD ke-130 Dikerjakan Secara Gotong-royong
Pembukaan TMMD ke-130 TA 2026, Kodim 0113/Gayo Lues Salurkan Bantuan Sembako kepada Warakawuri dan Masyarakat Kurang Mampu
Anggaran Dana Desa Kutereje Jadi Sorotan: Rp 314,68 Juta untuk Balai Desa, Program Covid-19 2025 Kembali Muncul

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 03:13 WIB

Ketua DPRK Nagan Raya Terancam Sanksi Partai Berat, DPW PPP Aceh Pelajari Kasus Rumah Dinas untuk Dilaporkan ke DPP

Berita Terbaru