Brimob Polda Aceh Jadi Garda Terdepan Bantu Pulihkan Infrastruktur dan Kehidupan Warga di Tengah Bencana Alam Gayo Lues

LIPUTAN3

- Redaksi

Selasa, 3 Februari 2026 - 10:28 WIB

50110 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues, — Batalyon D Pelopor Satuan Brimob Kepolisian Daerah Aceh menunjukkan aksi nyata dan kepedulian kepada masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi dengan turut serta dalam pembangunan jembatan gantung di sejumlah desa di Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya tanggap darurat sekaligus pemulihan infrastruktur pascabencana banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada Selasa, 3 Januari 2026 lalu.

Keberadaan jembatan darurat menjadi krusial menyusul rusaknya beberapa akses penghubung utama antar desa yang sebelumnya menjadi jalur vital bagi aktivitas warga, utamanya dalam sektor pertanian dan distribusi hasil kebun. Banjir bandang yang meluap secara tiba-tiba meninggalkan kerusakan cukup parah di sejumlah titik, termasuk menghanyutkan sarana transportasi seperti jembatan penghubung dan menutup jalur setapak yang biasa dilalui masyarakat menuju ladang dan pasar.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dipimpin langsung oleh Komandan Batalyon D Pelopor, Komisaris Polisi Zulfikar, S.H., tim Brimob hadir di tengah masyarakat dengan semangat gotong royong dan kemanusiaan. Keikutsertaan anggota Brimob dalam pembangunan jembatan diharapkan dapat mempercepat pemulihan serta membuka kembali akses penting yang selama ini terputus akibat terjangan banjir. Kompol Zulfikar hadir bersama jajarannya, termasuk Wakil Danyon AKP Imanta Purba, SH, dan komandan kompi dari masing-masing unit. Kegiatan pembangunan diintensifkan di titik-titik krusial, salah satunya di Desa Singah Mulo dan Desa Jeret Onom, yang menjadi fokus utama awal proyek pembangunan jembatan gantung.

Pembangunan jembatan gantung ini bukan hanya solusi teknis semata, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan kepedulian antara aparat dan masyarakat. Dalam pernyataannya di sela-sela kegiatan gotong royong bersama warga, Komandan Batalyon menekankan bahwa kehadiran Brimob tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga memberikan kontribusi langsung dalam membangun kembali kehidupan masyarakat pascabencana. Ia menyebutkan bahwa jembatan tersebut akan menjadi penghubung utama warga dari kawasan pemukiman menuju kebun dan pasar, yang selama ini menjadi sumber penghidupan utama warga.

Warga yang terdampak merespons positif aksi nyata dari aparat. Ali Hanafiah, salah seorang warga Desa Jeret Onom, menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan dan bantuan dari Batalyon D Pelopor. Menurutnya, jembatan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat mengingat sejak bencana terjadi, aktivitas berkebun terhambat, dan hasil panen pun sulit dibawa ke pasar untuk dijual. Ia menambahkan bahwa pembangunan ini membawa harapan baru bagi masyarakat desa, agar kehidupan ekonomi bisa kembali pulih secara perlahan.

Pembangunan jembatan gantung tidak hanya menyasar pada aspek fisik semata, melainkan menjadi langkah awal dalam merajut kembali konektivitas dan harapan warga terhadap kehidupan yang lebih baik pascabencana. Dengan tuntasnya pembangunan ini, diharapkan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat kembali berjalan seperti sedia kala. Kegiatan semacam ini juga menjadi bentuk nyata dari semangat Bhakti Brimob untuk masyarakat, menjawab langsung kebutuhan dan persoalan rakyat di lapangan secara cepat dan tanggap.(Munandar SP)

Berita Terkait

Dinilai Sengaja Perlambat Tuntaskan Gagal Bayar ,Bupati Diminta Tindak Tegas Pejabat BPKK Gayo Lues
Anggota DPRK Abdussalam Pertanyakan Mutu dan Kesiapan Bibit, Empat Juta Bibit Kopi GERETEK Gayo Lues Jangan Asal Salur Asal Jadi
Terpilih Secara Aklamasi, Deddy Yopiansyah Siap Kibarkan Panji Golkar Hingga Pelosok Kampung di Gayo Lues
Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan Pria di Kutapanjang, Sabu 0,07 Gram Disita
Jalan TMMD, Obat Luka Trauma Para Korban Bencana Alam
Pembangunan 5 unit RTLH di Kampung Gajah Program TMMD ke-130 Dikerjakan Secara Gotong-royong
Pembukaan TMMD ke-130 TA 2026, Kodim 0113/Gayo Lues Salurkan Bantuan Sembako kepada Warakawuri dan Masyarakat Kurang Mampu
Anggaran Dana Desa Kutereje Jadi Sorotan: Rp 314,68 Juta untuk Balai Desa, Program Covid-19 2025 Kembali Muncul

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 03:13 WIB

Ketua DPRK Nagan Raya Terancam Sanksi Partai Berat, DPW PPP Aceh Pelajari Kasus Rumah Dinas untuk Dilaporkan ke DPP

Berita Terbaru