Mafia Solar Subsidi Bitung Kian Brutal, Nama Haja Nur dan Farhan Kembali Disorot — Publik Desak Mabes Polri Turun Tangan, Polres Bitung dan Polda Sulut Dinilai Tak Berkutik

REDAKSI SULAWESI UTARA

- Redaksi

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:01 WIB

50168 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

BITUNG — 16 Mei 2026 – Dugaan praktik mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis solar ilegal di Kota Bitung kembali menjadi sorotan tajam publik. Nama Farhan dan Haja Nur disebut-sebut sebagai aktor kuat di balik jaringan distribusi solar subsidi ilegal yang diduga sudah lama beroperasi tanpa tersentuh hukum.

Masyarakat kini mempertanyakan keseriusan aparat penegak hukum di daerah, khususnya Polres Bitung dan Polda Sulawesi Utara, yang dinilai hingga saat ini belum mampu membongkar dan menindak tegas praktik mafia BBM subsidi tersebut secara menyeluruh.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Informasi yang beredar di lapangan menyebutkan, Farhan kerap mengklaim bahwa BBM solar yang dikelolanya memiliki legalitas lengkap berupa faktur dan Delivery Order (DO). Namun fakta di lapangan justru memunculkan banyak tanda tanya besar.

  • “Kalau memang legal dan memiliki faktur resmi, kenapa BBM itu harus ditampung diam-diam di gudang?” ujar salah satu sumber warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Diduga terdapat dua lokasi penampungan utama BBM solar ilegal di Kota Bitung. Gudang pertama berada di kawasan Perum Bumi Bringin, Kecamatan Matuari, yang disebut dikelola oleh seorang berinisial JW. Sementara gudang kedua berada di belakang Kodim 1310/Bitung, Kecamatan Madidir, yang diduga dikelola oleh inisial Adi.

Solar subsidi tersebut diduga dikumpulkan dari sejumlah SPBU di Kota Bitung, kemudian ditampung di kedua gudang tersebut sebelum dikirim keluar daerah, termasuk ke wilayah tambang dan Gorontalo.

Lebih mengejutkan lagi, sumber menyebut aliran dana dalam bisnis solar subsidi ilegal itu diduga dikendalikan oleh istri dari Farhan Haja Nur. Dugaan ini semakin memperkuat asumsi publik bahwa jaringan mafia BBM subsidi di Bitung bukanlah pemain kecil, melainkan sudah terorganisir dan memiliki kekuatan besar di belakang layar.

Publik pun mulai mempertanyakan mengapa aktivitas yang disebut-sebut berlangsung terang-terangan itu seakan tidak pernah tersentuh proses hukum serius. Dugaan adanya “bekingan kuat” pun mencuat dan menjadi pembicaraan luas di tengah masyarakat.

Kini desakan keras diarahkan kepada Mabes Polri dan Bareskrim Polri agar segera mengambil alih penanganan kasus mafia solar subsidi di Bitung. Warga menilai, apabila hanya ditangani di tingkat lokal, kasus ini dikhawatirkan akan kembali menguap tanpa kejelasan.

  • “Negara tidak boleh kalah dengan mafia BBM subsidi. Aparat pusat harus turun tangan sebelum kepercayaan masyarakat benar-benar hilang,” tegas salah satu tokoh masyarakat Bitung.

Masyarakat juga meminta Pertamina dan BPH Migas melakukan audit menyeluruh terhadap distribusi solar subsidi di Kota Bitung, termasuk menelusuri dugaan permainan distribusi dari SPBU hingga penampungan gudang ilegal.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Farhan, Haja Nur maupun aparat terkait atas dugaan yang berkembang di tengah masyarakat tersebut. (FAM)

Berita Terkait

KOPERASI TKBM SEJAHTERA BITUNG BUKTIKAN KINERJA NYATA! ASET TEMBUS RP842 JUTA, SUKSES TARIK TARIF 25% DAN NAIKKAN THR ANGGOTA
Hari Bahagia Wempi Padu — Doa, Harapan, dan Berkah Mengiringi Setiap Langkah
Keluarga Besar Honandar – Sondak Sampaikan Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Semangat Ramadan, Prajurit Satrol Kodaeral VIII TNI AL Berbagi Takjil untuk Masyarakat
Wali Kota Bitung Terima Serah Terima Barang Rampasan Negara Hibah Kejaksaan RI untuk Pemprov Sulut
Bukan Sekadar Juara II: Anak-Anak Bitung Menulis Mimpi di Mini Tournament Championship Manado
Natal 2025, Koperasi TKBM Sejahtera Pelabuhan Bitung Teguhkan Damai, Kasih, dan Persatuan
Ketua TP-PKK Kota Bitung Hadiri Peringatan HUT ke-26 Dharma Wanita Persatuan sekaligus Ibadah Natal DWP 2025

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 00:13 WIB

Kompak dan Solid, Kapolres Simalungun Bersama Kajari Dukung Komitmen Penanganan Perkara Pidana Tanpa Transaksional

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:27 WIB

Kapolres Binjai Perkuat Sinergi dengan Lapas Kelas IIA Binjai, Dukung Pembinaan dan Keamanan Pemasyarakatan

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:01 WIB

Lapas Pekanbaru Intensif Lakukan Pengejaran Warga Binaan yang Melarikan Diri, Libatkan Tim Gabungan Lapas, Kanwil, dan Kepolisian

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:50 WIB

Perjuangkan Kepastian Hak Tanah, Andar Amin Harahap Gencarkan Sosialisasi Program Strategis ATR/BPN

Minggu, 26 Juli 2026 - 23:34 WIB

Prof Sutan Nasomal Menyambut Positif Giat Polres Pekalongan Kota Gelar Patroli Skala Besar Antisipasi Street Crime dan Balap Liar Saat Akhir Pekan

Minggu, 26 Juli 2026 - 22:46 WIB

KRYD Malam Libur, Tim Resmob Polres Simalungun Sisir Pintu Tol Sinaksak Cegah Geng Motor dan Balap Liar

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:39 WIB

Video Viral Heboh! Kaperwil Mitrapolisi.com Aceh Desak Dun Belanda Ungkap Nama Wartawan yang Dituding Peras Kepala Dinas

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:01 WIB

Di Balik Gubuk Reot, Harapan Itu Kembali Menyala: GRIB Jaya Kota Medan Antar Dua Anak Kembali Bersekolah

Berita Terbaru