Feri Rusdiono Sentil Dedi Mulyadi yang Dinilai Abaikan Peran Strategis Pers dalam Pemerintahan Daerah

LIPUTAN3

- Redaksi

Senin, 30 Juni 2025 - 23:43 WIB

50133 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta — Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Online Dwipantara (PWO DWIPA), Feri Rusdiono, menyerukan agar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memahami secara utuh peran pers sebagai pilar demokrasi dan instrumen kontrol sosial dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pernyataan ini disampaikan Feri merespons pentingnya posisi media massa dalam sistem pemerintahan yang demokratis, sekaligus menekankan pentingnya pemerintah daerah menjalin kemitraan yang sehat dan terbuka dengan media.

Menurut Feri, dalam konteks otonomi daerah dan dinamika keterbukaan informasi, kepala daerah memiliki tanggung jawab besar untuk menjalin komunikasi yang baik dengan media sebagai saluran utama diseminasi informasi kepada publik. Hal itu, lanjutnya, bukan sekadar etika komunikasi pemerintahan, tetapi merupakan amanat dari Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers yang menjamin kebebasan dan peran strategis pers dalam masyarakat. Ia menegaskan bahwa Gubernur Jawa Barat perlu memahami dan menghargai landasan hukum ini sebagai bagian dari upaya memperkuat demokrasi lokal.

Feri menyoroti bahwa kerjasama antara pemerintah dengan media massa bukan semata soal formalitas pemberitaan atau publikasi kegiatan, melainkan menyangkut prinsip keterbukaan, akurasi informasi, serta partisipasi publik dalam pembangunan. Pemerintah, menurutnya, memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa informasi yang disampaikan kepada masyarakat tidak hanya cepat, tetapi juga akurat dan bisa dipertanggungjawabkan. Dalam hal ini, media menjadi mitra strategis yang harus dihargai perannya secara profesional.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, Feri menggarisbawahi bahwa kemitraan pemerintah dan media dapat menghasilkan banyak manfaat positif apabila dilandasi dengan semangat transparansi dan saling menghormati. Ia menjelaskan bahwa penyebaran informasi yang akurat melalui media membantu menghindari munculnya misinformasi dan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Pada saat yang sama, keterbukaan ini menjadi sarana kontrol sosial yang penting untuk memastikan akuntabilitas pemerintah dalam pengambilan kebijakan dan pelaksanaan program pembangunan.

Ia juga menekankan bahwa informasi yang disebarluaskan oleh media menjadi sarana penting dalam membangun kepercayaan antara pemerintah dan rakyat. Ketika masyarakat merasa mendapat informasi yang lengkap, jujur, dan terbuka, maka kepercayaan terhadap pemimpin daerah pun akan tumbuh. Sebaliknya, jika komunikasi pemerintah tertutup dan tidak melibatkan media secara proporsional, ruang publik bisa dipenuhi oleh spekulasi dan kecurigaan.

Dalam praktik di lapangan, lanjut Feri, kerjasama yang efektif antara pemerintah dan media juga perlu didukung oleh regulasi yang jelas dan adil. Pemerintah, katanya, harus memberikan akses informasi kepada media tanpa diskriminasi, serta menyediakan ruang anggaran yang wajar untuk mendukung kegiatan diseminasi informasi publik. Ia menambahkan bahwa transparansi pengelolaan anggaran publikasi juga harus menjadi bagian dari tata kelola pemerintahan yang baik.

Namun demikian, Feri mengingatkan bahwa kerjasama ini tidak boleh mengorbankan independensi media. Media, tegasnya, tetap harus menjalankan fungsinya secara profesional, berimbang, dan taat pada etika jurnalistik. Pemerintah, dalam hal ini, tidak boleh memanfaatkan kerjasama sebagai alat kendali terhadap isi pemberitaan atau mencoba membungkam kritik yang muncul di ruang publik. “Penting untuk dicatat bahwa kerjasama ini harus dilakukan dengan memperhatikan prinsip-prinsip profesionalisme, independensi media, dan etika jurnalistik. Media massa juga memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan informasi secara berimbang dan objektif,” ujar Feri, Senin (30/6/2025).

Ia mengibaratkan hubungan antara pemerintah dan media sebagai simbiosis mutualisme yang saling menguntungkan. Pemerintah terbantu dalam menyampaikan program-programnya secara luas dan terstruktur, masyarakat mendapat akses informasi yang relevan dan mendidik, sementara media memperoleh ruang untuk mengaktualisasikan fungsinya sebagai penyampai kabar dan pengawal jalannya pemerintahan.

Pernyataan Feri Rusdiono ini menjadi pengingat penting bagi setiap pemimpin daerah, khususnya Gubernur Jawa Barat, untuk tidak mengabaikan posisi media dalam ekosistem pemerintahan yang terbuka dan demokratis. Di tengah era digital dan arus informasi yang sangat cepat, kebutuhan akan komunikasi publik yang sehat dan terpercaya menjadi semakin vital. Pemerintah yang menutup diri dari media hanya akan menimbulkan jurang antara kebijakan dan kenyataan, antara penguasa dan yang dikuasai. Sebaliknya, keterbukaan dan penghargaan terhadap media sebagai pilar demokrasi akan menjadi fondasi kuat bagi pembangunan yang inklusif dan partisipatif. (Red/Tim)

Berita Terkait

Aksi Unjuk Rasa Evaluasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran Berlangsung Tertib, Pelajar Tidak Terlibat
Apresiasi dan Dukung Ketegasan Menteri Agus Andrianto Audit Remisi dan Cabut PB, Aktivis Nasional : Bentuk Keseriusan Dalam Wujudkan Imipas Prima
Jenderal (Purn)Pol Agus Andrianto Hadiri Mubes ke 6 Dan Harlah ke 46 Putra Jawa Kelahiran Sumatera (Pujakesuma)
Sambut Bonus Demografi, Ketum PB PII Minta Pelajar Berani Keluar dari Zona Nyaman
Prof DR Sutan Nasomal Meminta Ketua Umum PDI Perjuangan Agar Memberikan Klarifikasi Ucapan Anggotanya “Menghina Wartawan Gerombolan Sirkus”
Fahd El Fouz A Rafiq : Pemberhentian Sekjend AMPI Tidak Sah dan Melanggaran Aturan Partai Golkar
GP Alwashliyah Dukung Sikap Tegas Kepala BP BUMN Dony Oskaria: Desak PT PP Jalankan Restrukturisasi Tanpa Mengorbankan Karyawan
Prof DR Sutan Nasomal : Bijaksana Mengartikan Londo Ireng Sangat Penting Karena Semua Itu Adalah Saksi Sejarah

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan Pria di Kutapanjang, Sabu 0,07 Gram Disita

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Jalan TMMD, Obat Luka Trauma Para Korban Bencana Alam

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:10 WIB

Pembukaan TMMD ke-130 TA 2026, Kodim 0113/Gayo Lues Salurkan Bantuan Sembako kepada Warakawuri dan Masyarakat Kurang Mampu

Selasa, 11 Agustus 2026 - 02:09 WIB

Anggaran Dana Desa Kutereje Jadi Sorotan: Rp 314,68 Juta untuk Balai Desa, Program Covid-19 2025 Kembali Muncul

Minggu, 2 Agustus 2026 - 22:09 WIB

Peserta Seleksi Baitul Mal Kabupaten Gayo Lues Minta Pansel Buka Nilai Tes Secara Transparan

Kamis, 7 Mei 2026 - 05:35 WIB

Lambannya Penindakan Membuat PT Rosin Kian Dipersepsikan Kebal Hukum

Selasa, 5 Mei 2026 - 02:01 WIB

Dari RKOPHH hingga BBM Pabrik, PT Rosin Kian Ditekan untuk Membuka Semua Dokumen

Kamis, 23 April 2026 - 00:24 WIB

Antisipasi Karhutla, Polres Gayo Lues Sebar Imbauan di Titik Rawan

Berita Terbaru

GAYO LUES

Jalan TMMD, Obat Luka Trauma Para Korban Bencana Alam

Minggu, 25 Okt 2026 - 11:43 WIB