Tes Berlapis Mulai Administrasi hingga Akademik, Perusahaan Jepang Buka Peluang Sopir hingga Operator Forklift

- Redaksi

Kamis, 9 April 2026 - 15:08 WIB

5052 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TAKALAR,Liputan3– Peluang kerja ke Jepang kembali terbuka bagi pemuda Kabupaten Takalar. Sebanyak 17 peserta mengikuti seleksi ketat program Specified Skilled Worker (SSW) yang digelar di Kantor Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kamis (09/04/2026).

 

Sejak pagi sekitar pukul 10.30 WITA, para peserta tampak hadir dengan mengenakan kemeja putih dan celana hitam, berbaris rapi di pintu masuk kantor. Suasana seleksi berlangsung tertib dengan sistem pemeriksaan berlapis.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Tahapan dimulai dari pemeriksaan administrasi di dua loket pelayanan. Selanjutnya, peserta menjalani tes kesehatan dasar seperti pemeriksaan jarak pandang dan tes buta warna, sebelum dilanjutkan dengan pengukuran tinggi badan.

 

Di lantai dua, peserta mengikuti tes potensi akademik secara bergiliran sesuai kelompok masing-masing.

 

Di waktu bersamaan, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Takalar, Zubair, menggelar pertemuan dengan tiga perwakilan dari Jepang. Pertemuan tersebut berlangsung di ruang kerja Kepala Bidang Tenaga Kerja dan didampingi penerjemah.

 

Perwakilan perusahaan Jepang berasal dari asosiasi penyalur tenaga kerja Asia Agri dan perusahaan logistik Senko Group.

 

Dalam pertemuan itu, pihak Senko Group memaparkan sejumlah persyaratan bagi calon tenaga kerja, khususnya untuk posisi sopir. Pelamar diwajibkan memiliki SIM A atau SIM B, dengan SIM B menjadi nilai tambah karena menunjukkan pengalaman mengemudi kendaraan besar.

 

Selain itu, masa kepemilikan SIM minimal satu tahun sebelum keberangkatan ke Jepang.

 

Tak hanya itu, peluang kerja juga terbuka untuk posisi operator forklift. Program ini dijadwalkan mulai dibuka pada Oktober 2026 melalui skema SSW.

 

Menariknya, perusahaan juga membuka kesempatan bagi mahasiswa yang sedang belajar bahasa Jepang untuk bekerja paruh waktu. Bahkan, mereka berpeluang direkrut sebagai karyawan tetap setelah lulus.

 

Pihak perusahaan juga menegaskan bahwa latar belakang pendidikan formal bukan menjadi faktor utama. Pengalaman kerja dan keterampilan justru lebih diutamakan.

 

Plt Kepala Dinas, Zubair, berharap seluruh peserta asal Takalar dapat lolos dalam seleksi tersebut.

 

“Mudah-mudahan 17 orang ini bisa lulus dan bekerja di Jepang,” ujarnya.

 

Ia menegaskan bahwa seleksi ini tidak berbasis kuota.

 

“Bukan persaingan kuota. Kalau semua layak, semuanya bisa lulus,” tambahnya.

 

Salah satu peserta, Muhammad Rahmat Agusalim, mengaku termotivasi mengikuti program ini demi mengubah nasib serta mendapatkan pengalaman baru di Jepang.

 

Sementara itu, penanggung jawab dari PT Shin, Muhlis, menyebutkan bahwa 17 peserta Takalar merupakan hasil seleksi awal dan berhak melanjutkan ke tahap berikutnya.

 

Saat ini, peserta tengah menjalani tes kesamaptaan, fisik, dan akademik. Tahapan selanjutnya adalah wawancara yang dijadwalkan berlangsung keesokan hari.

 

Muhlis juga mengungkapkan bahwa seleksi ini turut diikuti sekitar 60 peserta dari Kota Makassar.

 

Ia menambahkan, terdapat lima kecamatan di Takalar yang tidak mengirimkan peserta, yakni Galesong Utara, Mappakasunggu, Sanrobone, Mangarabombang, dan Kepulauan Tanakeke.

 

Program ini diharapkan menjadi peluang besar bagi pemuda Takalar untuk meningkatkan kesejahteraan melalui pekerjaan di luar negeri. Pemerintah daerah pun terus mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja agar mampu bersaing di pasar global.

 

(Red)

Berita Terkait

Polres Simalungun Bantah Isu Pembiaran Judi Togel di Saribu Dolok, Tim Jatanras Sudah Cek TKP dan Tidak Temukan Aktivitas Perjudian
Investigasi Awak Media: Tidak Ditemukan Gelondongan Kayu, yang ada Gudang Bekas Somel yang Sudah Lama Tidak Beraktivitas
Klarifikasi BPK Tegaskan Tak Ada Larangan Berlangganan Media, Dugaan Aliran Dana BOS Ilegan ke Forum Tertentu Kini Dipertanyakan
Fric: Hukum Jangan Tajam Ke Bawah, Tumpul Ke Atas! Status Penyegelan Dan Operasional Paragon Wajib Dijelaskan Kepada Publik
Polres Simalungun Gencar Tebar Stiker Nomor Darurat hingga Pelosok Wisata Parapat, Antisipasi Cuaca Ekstrem Danau Toba
Cegah Api Meluas, Tim Gabungan Regional-2 Riau 1 PT. Agrinas Palma Nusantara Sigap dan Turut Serta Tangani Karhutla di Peringgan Kebun Banyu Bening Utama
Prof Dr Sutan Nasomal Ketum YLBH Profesor Sutan Nasomal SH MH Menyematkan Gelar CFLE Kepada Evan Satriadi CFLE Untuk Berikan Pelayanan Hukum Rakyat Miskin!!!
Ketua DPRK: Kemerdekaan Harus Diisi dengan Kepedulian dan Kebersamaan

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan Pria di Kutapanjang, Sabu 0,07 Gram Disita

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Jalan TMMD, Obat Luka Trauma Para Korban Bencana Alam

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:38 WIB

Pembangunan 5 unit RTLH di Kampung Gajah Program TMMD ke-130 Dikerjakan Secara Gotong-royong

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:10 WIB

Pembukaan TMMD ke-130 TA 2026, Kodim 0113/Gayo Lues Salurkan Bantuan Sembako kepada Warakawuri dan Masyarakat Kurang Mampu

Selasa, 11 Agustus 2026 - 02:09 WIB

Anggaran Dana Desa Kutereje Jadi Sorotan: Rp 314,68 Juta untuk Balai Desa, Program Covid-19 2025 Kembali Muncul

Minggu, 2 Agustus 2026 - 22:09 WIB

Peserta Seleksi Baitul Mal Kabupaten Gayo Lues Minta Pansel Buka Nilai Tes Secara Transparan

Kamis, 7 Mei 2026 - 05:35 WIB

Lambannya Penindakan Membuat PT Rosin Kian Dipersepsikan Kebal Hukum

Selasa, 5 Mei 2026 - 02:01 WIB

Dari RKOPHH hingga BBM Pabrik, PT Rosin Kian Ditekan untuk Membuka Semua Dokumen

Berita Terbaru